Ketika kita berkata, kenapa harus ada keraguan?
ketika kita ingin mengungkapkan, kenapa harus ada pertanyaan dalam diri kita?
Hari ini munkin hari yang sangat kau benci dan tidak terfikirkan olehmu, sekaligus hari yang teramat sakit untuk di kenang atau diingat tapi inilah kenyataan hidup dan kepahitannya. Disini bukanya aku ingin menyalahkan mu atau membuatmu bertambah sedih karena pengakuanku ini.
Jujur disini aku sangat bingung memilih dirimu atau kluarga aku sendiri, antara hati dan seorang anak yang harus membahagiakan ibu, mungkin bila Alm. Bapak masih ada tidak seperti ini jadinya. bukan maksud aku mencampakkanmu atau memanfaatkanmu tapi disini aku berusaha mencari yang terbaik untuk kita, mungkin kita memang ditakdirkan tidak untuk bersatu dan berkeluarga ( tapi aku ingin kita bersatu), aku minta maaf atas perkataanku yang membuat hatimu hancur, bukan hanya kamu saja karena aku terpaksa melakukan ini, karena aku ingin membahagiakan ibu dan adik2ku, mungkin bila kita fikirkan bersama akan lebih mudah tapi aku masih belum percaya akan kamu, karena aku melihat sifat-sifat yang kamu miliki sangat bertentangan dengan apa yang aku harapkan untuk kebahagiaan ibuku.
Kamu sangat cepat tersulut api amarah karena hal-hal yang begitu sepele, kamu tidak bisa menerima pendapat orang lain karena keras kepalamu itu, sifatmu yang over
jealous yang membuatmu suudzon terhadap orang, sebenarnya aku bisa terima tapi apa ibu aku bisa terima? sekarang saja kamu berusaha untuk melupakan aku karena pekerjaanku yang membuat kita jauh tapi bila kau menyadari untuk apa aku bekerja? dan demi siapa aku bekerja kamu pasti kan sadar (di pabrik). kamu sudah tahu bahwa aku ini lebih menyukai perdagangan dari pada menjadi babu( karyawan). berulang kali aku meyakinkan kamu bahwa aku bekerja hanya karena ingin serius kepadamu tapi kau malah tidak mempercayai sedikitpun an malah meragukan keseriusan ini. tapi disini aku mengambil Hikmahnya dan Allah memperlihatkan sifat-sifatmu sebelum terlambat dan aku menyadari bahwa aku sudah dibutakan karena wanita. aku tidak Dendam karena perlakuanmu kepadaku. tapi aku minta rubahlah untuk kebaikanmu sendiri.( PERUBAHAN ITU DATANG DARI HATI, TAPI HATI HANYA BISA DISENTUH OLEH HATI).
NEXT......
Ketidak mampuan ku untuk memilih antara kau dan keluargaku yang membuat aku jadi orang yang selalu diam selama kita berpisah, karena aku ditempatkan pada posisi yang membingungkan untuk memilih salah satunya, tapi aku tak bisa menyalahkan karena itu sudah jadi takdir aku dan sekarang aku hanya bisa menjalaninya walau berat dan penuh dengan siksaan batin, Dan kau selalu membayang-bayangin aku disetiap langkah di mana pun aku berada, disetiap langkah dan tidurku hanya ada kamu.
Kenpa beigtu sulit melupakn semua yang telah kita lalui bersama dulu?
Kenpa hati ini tidak bisa menrima wanita lain dan hanya kau yang selalu ada dalam benakku?
Apa keputusan aku ini slah?
Dan kenapa aku tak bisa mengikhlaskan semua ini?
Hari-hari yang aku lalui sekarang jadi semakin sulit tanpa kamu, tanpa ada yang memberi aku dukungan dan semangat untuk bekerja, Bahkan ibu aku sendiri. apa ini hanya awal dari keputusan aku? mungkin banyak sekali pertanyaan2 yang aku simpan lebih banyak, karena kebingungan aku ini.
Rasa Hampa dan sepi menyelimuti hari2ku. dan aku hanya bisa mengisi waktu untuk berdoa dan tertidur untuk melupakanmu sejenak tapi bila kau datang dalam mimpiku, aku hanya bisa minum dan minum tak perduli ada atau tidak unutuk membelinya aku tak perduli, TERDIAM DALAM SIKSAAN BATIN.
NEXT...